Tuesday, February 23, 2010


Jalan masih panjang,
Jauh dan sedikit kabur..
Pandangan mata disapa debu-debu nista dunia
Mengelabukan…
Walau pengembara berkaca mata,
Ia sekadar membantu daya yang telah tiada
Malah lebih mudah kabur…
Dek tamparan angin petang yang sedikit kasar..

Kaki semakin lemah
Kerana terlalu banyak ranting berduri menghalangi,
Terjengket-jengket,
Semakin hari semakin lambat dan payah,
Calar dan berdarah merempuh dugaan yang panjang,
Bertongkatkan ketabahan ,
Itulah yang menjadi pembantu,
Pada mampu yang semakin rebah..

Mergastua berkicauan menemani langkah
Jiwa yang luka
Tersenyum dalam pahit,
Sedang jerihnya memerangkap rasa
Masih sudi bersidai
Menjadi benteng juang
Zikir redha yang menemani
Menghampar sebuah ketenangan..


23/02/2010
9.59 am

3 sahabat/iah:

Bintun Amin said...

mantap.. puisi indah nan terukir, melahir rasa hati yg x terzahir,
langkah pengembara akan semakin gagah,
dengan hadirnya insan bergelar sahabat - sahabaiah,
yang membantumu dalam menongkah jalan,
ibarat lampu di tepian,
membantu si pengembara,
menerangi lorong langkahnya..

kami disini wahai pengembara,
akan kami rawati lukamu,
dek menempuh ranting berduri,
akan kami sambut tanganmu,
di saat kau ingin terjatuh,
kami tidak akan pernah tega,
mlihatmu sendirian,
menongkah arus kehidupan..

duhai sang pengembara,
akan kami turuti langkahmu itu,
agar kami jua dapat merasai kesusahanmu,
kerna kami percaya,
kesusahan itu yang membuatkan dirimu kini bersinar dalam lindunganNYA..

24/2/2010
1:00 am

tasnim said...

Syukran..

Mantap blsnnya..Alhamdulillah, moga bersama teguh dalam perjuangan ini. =)

Bintun Amin said...

ameen Ya Rabb..